• Profil
  • Publikasi
  • Berita
    • Berita Kegiatan
    • Kabar LKHP
    • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra
  • Hutan Wakaf
  • Mitra
Lembaga Hikmah & Kebijakan Publik
  • Profil
  • Publikasi
  • Berita
    • Berita Kegiatan
    • Kabar LKHP
    • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra
  • Hutan Wakaf
  • Mitra
No Result
View All Result
Lembaga Hikmah & Kebijakan Publik
  • Profil
  • Publikasi
  • Berita
    • Berita Kegiatan
    • Kabar LKHP
    • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra
  • Hutan Wakaf
  • Mitra
No Result
View All Result
Lembaga Hikmah & Kebijakan Publik
No Result
View All Result
Home Berita Kegiatan

Busyro Muqoddas: Bencana Sosio-Ekologis Bukti Krisis Kepemimpinan Moral

Adi Hasrul by Adi Hasrul
Januari 1, 2026
in Berita Kegiatan
0
Busyro Muqoddas: Bencana Sosio-Ekologis Bukti Krisis Kepemimpinan Moral

Busyro Muqoddas dalam Jagongan Akhir (Zaman) 2025

0
SHARES
48
VIEWS
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di WhatsAppBagikan di TelegramBagikan di LinkedIn

Yogyakarta – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, menegaskan bahwa rentetan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2025 merupakan dampak langsung dari ulah manusia dan kegagalan tata kelola lingkungan. Hal tersebut disampaikannya dalam Jagongan Akhir (Zaman) 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah, Selasa (30/12), di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, dan secara daring melalui Zoom Meeting.

Busyro mengajak masyarakat untuk bersyukur atas berbagai peristiwa bencana yang terjadi. Namun, ia menegaskan bahwa kesyukuran yang dimaksud bukanlah bentuk pembenaran atas penderitaan, melainkan ajakan reflektif untuk menyadari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

“Berbagai bencana ini membuka fakta yang tidak bisa dibantah, bahwa kerusakan alam adalah akibat dari tangan manusia sendiri. Kesyukuran yang saya maksud adalah kesadaran untuk kembali pada tanggung jawab kekhalifahan,” ujar Busyro.

Busyro Muqoddas bersama pimpinan MHH, LHKP, dan Celios di acara Jagongan Akhir Zaman 2025
Busyro Muqoddas bersama pimpinan MHH, LHKP, dan Celios di acara Jagongan Akhir (Zaman) 2025

Menurut Busyro, sebagai khalifah, manusia memiliki kewajiban moral dan spiritual untuk mengelola bumi secara adil dan berkelanjutan, bukan sebaliknya merusak dan mengabaikan fungsi alam sebagai penyangga kehidupan. Dalam konteks tersebut, Muhammadiyah memiliki tanggung jawab besar untuk menyuarakan kebenaran dan melakukan koreksi terhadap arah kebijakan negara.

“Dengan spirit keagamaan dan nilai kebangsaan, Muhammadiyah harus hadir mencegah kerusakan di langit dan di bumi. Muhammadiyah ini milik kita bersama, tanggung jawab ini melekat pada diri kita semua,” tegasnya.

Mantan ketua KPK itu juga menyoroti sejumlah tantangan besar yang harus dihadapi Indonesia ke depan. Ia menekankan pentingnya perbaikan menyeluruh dalam tubuh pemerintahan, koreksi serius terhadap DPR, serta penolakan terhadap pengesahan undang-undang partai politik dan Undang-Undang Pemilu yang dinilainya turut berkontribusi pada kerusakan lingkungan, termasuk di Sumatera dan Aceh pada November 2025.

“Allah ingin memberi tahu kita bahwa bangsa ini dipimpin oleh orang-orang yang harus terus kita beri masukan,” ungkap Busyro.

Ia menilai Indonesia saat ini tengah mengalami krisis kepemimpinan moral, di mana kebijakan negara kerap berpihak pada oligarki, elite partai, dan kroni, bukan pada rakyat secara utuh. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak berlebihan jika disebut sebagai bentuk korupsi kepemimpinan.

Jagongan Akhir (Zaman) 2025 mengusung tema “Bertahan di Bumi dalam Tahun Penuh Bencana Sosio-Ekologis dan Petaka Ekspansi Ekstraktivisme”. Forum refleksi tahunan ini menjadi ruang dialog antara aktivis, peneliti, warga terdampak, dan publik untuk membahas catatan kritis lingkungan hidup, rapor kinerja pemerintah 2025, serta dampak proyek panas bumi (geothermal) di berbagai daerah.

Tags: BencanaBusyro MuqoddasJagongan Akhir Zaman 2025Krisis Sosio-EkologisLHKP PP MuhammadiyahPemimpin
Previous Post

Dorong Kesadaran Umat, Muhammadiyah Soroti Krisis Ekologi dan Ketimpangan Kebijakan Nasional

Next Post

Arsitektur Perlawanan Muhammadiyah: Dari Epistemologi hingga Pembangkangan Sipil

Next Post
Sekolah Muhammadiyah sebagai wujud kemandirian institusional umat Islam, yang sejak awal dirancang sebagai basis perlawanan sosial melalui pendidikan modern dan pembebasan cara berpikir. Sumber Foto : Dokumentasi Persyarikatan, Arsip Publik

Arsitektur Perlawanan Muhammadiyah: Dari Epistemologi hingga Pembangkangan Sipil

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Majelis

  • Tarjih dan Tajdid
  • Majelis Tabligh
  • Diktilitbang
  • Dikdasmen dan PNF
  • Pembinaan Kader dan SDI
  • Pembinaan Kesehatan Umum
  • Peminaan Kesejahteraan Sosial
  • Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata
  • Pendayagunaan Wakaf
  • Pemberdayaan Masyarakat
  • Hukum dan HAM
  • Lingkungan Hidup
  • Pustaka dan Informasi

Lembaga

  • Pengembangan Pesantren
  • Pengembangan Cabang Ranting
  • Kajian dan Kemitraan Strategis
  • Pembinaan dan Pengawasan Keuangan
  • Resiliensi Bencana
  • Amil Zakat, Infak dan Sedekah
  • Pengembang UMKM
  • Hikmah dan Kebijakan Publik
  • Seni Budaya
  • Pengembangan Olahraga
  • Hubungan dan Kerjasama Internasional
  • Dakwah Komunitas
  • Pemeriksa Halal dan KHT
  • Pembinaan Haji dan Umrah
  • Bantuan Hukum dan Advokasi Publik

Biro

  • Pengembangan Organisasi
  • Pengelolaan Keuangan
  • Komunikasi dan Pelayanan Umum

Ortom

  • Aisyiyah
  • Pemuda Muhammadiyah
  • Nasyiatul Aisyiyah
  • Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
  • Ikatan Pelajar Muhammadiyah
  • Tapak Suci Putra Muhammadiyah
  • Hizbul Wathon

Wilayah Sumatra

  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Sumatra Utara
  • Sumatra Selatan
  • Sumatra Barat
  • Bengkulu
  • Riau
  • Kepulauan Riau
  • Jambi
  • Bangka Belitung

Wilayah Kalimantan

  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Utara

WIlayah Jawa

  • D.I. Yogyakarta
  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur

Wilayah Bali &

Kepulauan Nusa Tenggara

  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur

WIlayah Sulawesi

  • Gorontalo
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Utara
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Selatan

WIlayah Maluku dan Papua

  • Maluku Utara
  • Maluku
  • Papua Barat
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Papua Pegunungan
  • Papua Selatan
  • Papua Barat daya

Cabang Istimewa

  • PCIM Kairo Mesir
  • PCIM Iran
  • PCIM Sudan
  • PCIM Belanda
  • PCIM Jerman
  • PCIM United Kingdom
  • PCIM Libya
  • PCIM Malaysia
  • PCIM Prancis
  • PCIM Amerika Serikat
  • PCIM Jepang
  • PCIM Tunisia
  • PCIM Pakistan
  • PCIM Australia
  • PCIM Rusia
  • PCIM Taiwan
  • PCIM Tunisia
  • PCIM TurkI
  • PCIM Korea Selatan
  • PCIM Tiongkok
  • PCIM Arab Saudi
  • PCIM India
  • PCIM Maroko
  • PCIM Yordania
  • PCIM Yaman
  • PCIM Spanyol
  • PCIM Hongaria
  • PCIM Thailand
  • PCIM Kuwait
  • PCIM New Zealand

Tautan Cepat

  • Profile
  • Publikasi
  • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra

Informasi Lainnya

  • Organisasi
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Kontak

Ekosistem

  • Muhammadiyah ID
  • MASA
  • SatuMu
  • EventMu
  • BukuMu
  • SehatMu
  • KaderMu
  • LabMu

Layanan

  • 0821 4350 0108
  • [email protected]
  • Kolom Aduan

Media Sosial

© 2025 Persyarikatan Muhammadiyah

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Profil
  • Publikasi
  • Berita
    • Berita Kegiatan
    • Kabar LKHP
    • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra
  • Hutan Wakaf
  • Mitra

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.