• Profil
  • Publikasi
  • Berita
    • Berita Kegiatan
    • Kabar LKHP
    • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra
  • Hutan Wakaf
  • Mitra
Lembaga Hikmah & Kebijakan Publik
  • Profil
  • Publikasi
  • Berita
    • Berita Kegiatan
    • Kabar LKHP
    • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra
  • Hutan Wakaf
  • Mitra
No Result
View All Result
Lembaga Hikmah & Kebijakan Publik
  • Profil
  • Publikasi
  • Berita
    • Berita Kegiatan
    • Kabar LKHP
    • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra
  • Hutan Wakaf
  • Mitra
No Result
View All Result
Lembaga Hikmah & Kebijakan Publik
No Result
View All Result
Home Opini

Ketimpangan Transportasi di Timur: Peserta SABIL Pulang dengan Luka Ironi Pembangunan

Adi Hasrul by Adi Hasrul
Oktober 6, 2025
in Opini
0
sumber foto: beritasatu.com

sumber foto: beritasatu.com

0
SHARES
24
VIEWS
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di WhatsAppBagikan di TelegramBagikan di LinkedIn

Sorong, 1 Oktober 2025 – Peserta Sekolah Agraria Bertindak Inklusif Liberatif (SABIL) yang diselenggarakan oleh LHKP PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) akhirnya menutup rangkaian kegiatan seminar dan sekolah agraria. Namun, perjalanan pulang peserta justru membuka tabir nyata tentang ketimpangan tata kelola transportasi di wilayah Indonesia Timur.

Peserta dari daerah-daerah timur seperti Wamena, Jayapura, Ambon, Pulau Buru, Halmahera, Ternate, dan Merauke, lebih dahulu datang ke Bandara Sorong untuk check-in. Ironisnya, peserta atau panitia dari Yogyakarta—yang berasal dari wilayah barat—justru lebih dulu tiba di rumah masing-masing tanpa hambatan, sementara peserta dari Timur harus melewati drama panjang penundaan dan perjalanan melelahkan.

Kisah Penundaan dan Rute Berliku

Peserta dari Merauke, misalnya, harus menempuh rute Sorong–Makassar dan terpaksa menunggu penundaan penerbangan di Makassar selama lebih dari tujuh jam. Tanpa kompensasi, tanpa layanan memadai, mereka hanya bisa bertahan di ruang tunggu bandara, sementara biaya makan dan minum harus dikeluarkan sendiri.
Lebih parah lagi, peserta dari Jayapura dan Wamena yang berangkat lebih awal pada pukul 10.30 WIT harus menerima kenyataan diturunkan di Merauke karena alasan cuaca. Anehnya, pesawat yang sama tetap melanjutkan penerbangan, sementara penumpang yang diturunkan dibiarkan tanpa kepastian. Mereka dipaksa menunggu semalaman di bandara hingga baru bisa diberangkatkan keesokan paginya.

Kondisi serupa dialami peserta dari Sagea, Halmahera Tengah. Setelah check-in pukul 15.30 WIT, mereka menunggu hingga pukul 00.30 WIT dengan alasan operasional tanpa kompensasi apapun. Setelah itu, perjalanan mereka semakin panjang: Sorong–Manado–Ternate, ditambah lagi perjalanan darat dan laut yang bisa memakan waktu hingga dua hari.

Tak kalah ironis, peserta dari Pulau Buru harus menanggung perjalanan lebih lama lagi. Penundaan penerbangan membuat total waktu perjalanan mereka diperkirakan mencapai tiga hari penuh sebelum benar-benar tiba di tujuan.

Ironi Pembangunan di Timur

Ketimpangan ini menjadi ironi besar. Masih berada dalam zona waktu yang sama, namun perjalanan di wilayah timur terasa seakan menuju negeri yang sangat jauh. Sementara itu, peserta dari Yogyakarta yang check-in paling akhir justru sudah tenang berkumpul dengan keluarga tanpa hambatan.

Pertanyaan besar pun muncul: bagaimana pemerintah mengelola transportasi di wilayah timur? Mengapa ketimpangan ini dibiarkan terus terjadi?

Wilayah timur sering disebut-sebut sebagai “daerah seksi” bagi para pejabat negara karena kaya sumber daya alam. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pembangunan yang digembar-gemborkan hanya semu. Pemerintah membabi buta mengeksploitasi kekayaan alam, sementara masyarakat lokal dipaksa menerima ketidakadilan infrastruktur.

Transportasi, Agraria, dan Pembangunan Semu

Di bidang agraria, masyarakat adat dipaksa menyerahkan ruang hidupnya atas nama pembangunan. Di bidang transportasi, mereka kembali dipaksa membayar mahal hanya untuk berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain. Fasilitas transportasi yang tidak memadai, ketiadaan infrastruktur penghubung, serta tingginya biaya perjalanan memperlihatkan betapa pembangunan di timur tidak pernah benar-benar berpihak pada rakyat.

Bahkan muncul dugaan: jangan-jangan kesengajaan ini dirancang agar pemimpin lokal di timur tidak bisa mengembangkan daerahnya sendiri. Dengan kondisi transportasi yang sulit, masyarakat dan pemerintah daerah dipaksa bergantung pada program nasional, meski program tersebut justru merusak alam dan mengorbankan masa depan mereka.

Pertanyaan yang Menggantung

Lalu, apa yang sebenarnya dibangun? Dimana pembangunan itu? Untuk siapa sesungguhnya pembangunan ini dilakukan?

Sementara masyarakat di wilayah timur terus dipaksa menerima kenyataan pahit: membayar lebih mahal, menempuh perjalanan lebih lama, dan kehilangan hak atas ruang hidupnya.

Tags: ketimpanganpembangunanketimpangantransportasitransportasi
Previous Post

Sanggar Seni, Identitas yang Terpinggirkan di Tengah Krisis Agraria

Next Post

Dari Literasi ke Lanskap Keadilan Sosio-Ekologis

Next Post
Dari Literasi ke Lanskap Keadilan Sosio-Ekologis

Dari Literasi ke Lanskap Keadilan Sosio-Ekologis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Majelis

  • Tarjih dan Tajdid
  • Majelis Tabligh
  • Diktilitbang
  • Dikdasmen dan PNF
  • Pembinaan Kader dan SDI
  • Pembinaan Kesehatan Umum
  • Peminaan Kesejahteraan Sosial
  • Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata
  • Pendayagunaan Wakaf
  • Pemberdayaan Masyarakat
  • Hukum dan HAM
  • Lingkungan Hidup
  • Pustaka dan Informasi

Lembaga

  • Pengembangan Pesantren
  • Pengembangan Cabang Ranting
  • Kajian dan Kemitraan Strategis
  • Pembinaan dan Pengawasan Keuangan
  • Resiliensi Bencana
  • Amil Zakat, Infak dan Sedekah
  • Pengembang UMKM
  • Hikmah dan Kebijakan Publik
  • Seni Budaya
  • Pengembangan Olahraga
  • Hubungan dan Kerjasama Internasional
  • Dakwah Komunitas
  • Pemeriksa Halal dan KHT
  • Pembinaan Haji dan Umrah
  • Bantuan Hukum dan Advokasi Publik

Biro

  • Pengembangan Organisasi
  • Pengelolaan Keuangan
  • Komunikasi dan Pelayanan Umum

Ortom

  • Aisyiyah
  • Pemuda Muhammadiyah
  • Nasyiatul Aisyiyah
  • Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
  • Ikatan Pelajar Muhammadiyah
  • Tapak Suci Putra Muhammadiyah
  • Hizbul Wathon

Wilayah Sumatra

  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Sumatra Utara
  • Sumatra Selatan
  • Sumatra Barat
  • Bengkulu
  • Riau
  • Kepulauan Riau
  • Jambi
  • Bangka Belitung

Wilayah Kalimantan

  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Utara

WIlayah Jawa

  • D.I. Yogyakarta
  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur

Wilayah Bali &

Kepulauan Nusa Tenggara

  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur

WIlayah Sulawesi

  • Gorontalo
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Utara
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Selatan

WIlayah Maluku dan Papua

  • Maluku Utara
  • Maluku
  • Papua Barat
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Papua Pegunungan
  • Papua Selatan
  • Papua Barat daya

Cabang Istimewa

  • PCIM Kairo Mesir
  • PCIM Iran
  • PCIM Sudan
  • PCIM Belanda
  • PCIM Jerman
  • PCIM United Kingdom
  • PCIM Libya
  • PCIM Malaysia
  • PCIM Prancis
  • PCIM Amerika Serikat
  • PCIM Jepang
  • PCIM Tunisia
  • PCIM Pakistan
  • PCIM Australia
  • PCIM Rusia
  • PCIM Taiwan
  • PCIM Tunisia
  • PCIM TurkI
  • PCIM Korea Selatan
  • PCIM Tiongkok
  • PCIM Arab Saudi
  • PCIM India
  • PCIM Maroko
  • PCIM Yordania
  • PCIM Yaman
  • PCIM Spanyol
  • PCIM Hongaria
  • PCIM Thailand
  • PCIM Kuwait
  • PCIM New Zealand

Tautan Cepat

  • Profile
  • Publikasi
  • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra

Informasi Lainnya

  • Organisasi
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Kontak

Ekosistem

  • Muhammadiyah ID
  • MASA
  • SatuMu
  • EventMu
  • BukuMu
  • SehatMu
  • KaderMu
  • LabMu

Layanan

  • 0821 4350 0108
  • [email protected]
  • Kolom Aduan

Media Sosial

© 2025 Persyarikatan Muhammadiyah

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Profil
  • Publikasi
  • Berita
    • Berita Kegiatan
    • Kabar LKHP
    • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra
  • Hutan Wakaf
  • Mitra

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.