• Profil
  • Publikasi
  • Berita
    • Berita Kegiatan
    • Kabar LKHP
    • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra
  • Hutan Wakaf
  • Mitra
Lembaga Hikmah & Kebijakan Publik
  • Profil
  • Publikasi
  • Berita
    • Berita Kegiatan
    • Kabar LKHP
    • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra
  • Hutan Wakaf
  • Mitra
No Result
View All Result
Lembaga Hikmah & Kebijakan Publik
  • Profil
  • Publikasi
  • Berita
    • Berita Kegiatan
    • Kabar LKHP
    • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra
  • Hutan Wakaf
  • Mitra
No Result
View All Result
Lembaga Hikmah & Kebijakan Publik
No Result
View All Result
Home Opini

Merasuknya Feodalisme ke Dalam Partai Politik: Suatu Anomi Demokrasi

Adi Hasrul by Adi Hasrul
Juli 20, 2026
in Opini
0
0
SHARES
18
VIEWS
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di WhatsAppBagikan di TelegramBagikan di LinkedIn
Sumber: aparences.net

Emile Durkheim mengemukakan sebuah istilah yang sangat populer dan sebaiknya menjadi renungan dalam menganalisis kehidupan demokrasi kita pasca reformasi 98. Demokrasi yang diidealisasikan ketika itu dibangun di atas prinsip kesetaraan, partisipasi, kompetisi yang sehat, dan akuntabilitas. Namun, dalam praktiknya, tidak sedikit partai politik justru dikelola dengan pola yang menyerupai sistem feodalisme. Kekuasaan terkonsentrasi pada segelintir elite, loyalitas lebih dihargai daripada kapasitas, dan kritik sering dipandang sebagai bentuk pembangkangan.

Kondisi ini merupakan sebuah anomi demokrasi, di mana lembaga yang seharusnya menjadi pilar demokrasi justru menjalankan praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi itu sendiri. Feodalisme dalam partai politik tidak lagi berbentuk hubungan antara raja dan rakyat, melainkan relasi patron-klien. Pucuk pimpinan atau elite partai diposisikan sebagai figur yang hampir tidak dapat dikritik, sementara kader dituntut menunjukkan loyalitas tanpa syarat. Akibatnya, proses pengambilan keputusan menjadi sangat sentralistis dan demokrasi internal partai politik melemah. Fenomena ini tampak dalam beberapa gejala:

Pertama, rekrutmen politik lebih didasarkan pada kedekatan dengan elite daripada kompetensi dan integritas.
Kedua, regenerasi kepemimpinan berjalan lambat karena kekuasaan cenderung diwariskan kepada keluarga atau lingkaran dekat.
Ketiga, kader yang memiliki gagasan kritis sering kali tersingkir, sementara mereka yang patuh memperoleh posisi strategis, meskipun defisit gagasan.
Dalam perspektif kelembagaan, kondisi tersebut menunjukkan rendahnya pelembagaan partai. Partai kehilangan karakter sebagai organisasi publik yang berbasis sistem, kemudian berubah menjadi kendaraan politik yang bergantung pada figuritas. Akibatnya, keputusan politik lebih mencerminkan kehendak elite daripada aspirasi anggota dan masyarakat.
Dampak feodalisme partai sangat luas. Misalnya menurunnya kualitas kader, dan tidak berkembangnya meritokrasi. Politik biaya tinggi semakin menguat karena akses terhadap jabatan bergantung pada patronase. Kepercayaan publik terhadap partai politik terus menurun, hal ini bisa dilihat dari berbagai hasil survei, muncul kecenderungan apatisme politik di kalangan warga.
Padahal sejatinya, partai politik merupakan “sekolah demokrasi”, tetapi justru gagal mempraktikkan demokrasi di dalam tubuhnya sendiri. Sulit mengharapkan lahirnya pemerintahan yang demokratis apabila proses kaderisasi dan pengambilan keputusan di partai masih bercorak feodalisme. Karena itu, reformasi internal partai menjadi kebutuhan mendesak. Beberapa langkah yang dapat ditempuh antara lain:
Pertama, menerapkan demokrasi internal yang transparan dalam pemilihan pengurus.
Kedua, mengembangkan sistem kaderisasi berbasis kompetensi, integritas, dan prestasi.
Ketiga, membatasi konsentrasi kekuasaan melalui pembatasan masa jabatan pimpinan partai.
Keempat, memperkuat mekanisme musyawarah dan perlindungan terhadap kebebasan berpendapat di internal partai.
Kelima, menjadikan meritokrasi sebagai dasar utama promosi kader.
Pada akhirnya, demokrasi nasional tidak akan lebih berkualitas daripada demokrasi yang hidup di dalam partai politik. Jika feodalisme terus dipelihara, partai hanya akan menjadi alat reproduksi kekuasaan elite, bukan sarana memperjuangkan kepentingan rakyat.
Feodalisme yang merasuk ke dalam partai politik merupakan anomi demokrasi yang harus segera diatasi. Demokrasi bukan hanya prosedur pemilu, melainkan juga budaya organisasi yang menjunjung tinggi kesetaraan, keterbukaan, dan akuntabilitas. Reformasi partai politik adalah prasyarat penting untuk melahirkan kepemimpinan nasional yang berintegritas, memperkuat kepercayaan publik, dan mewujudkan demokrasi yang substantif. Tanpa demokrasi di dalam tubuh partai politik, demokrasi dalam negara akan menghadapi krisis legitimasi.
Wallahu a’lam bishshawab
Sungguminas, 20 Juli 2026

oleh Usman Lonta (Ketua Lembaga Hikmah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar)

Tags: demokrasifeodalismePartai Politik
Previous Post

Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas Ikut Gugat Pasal Imunitas Patriot Bond dan Merah Putih Bond UUP2SK ke MK

Next Post

Muhammadiyah Aktif Berekologi, tapi Terjebak Jalur Involusi

Next Post
Muhammadiyah Aktif Berekologi, tapi Terjebak Jalur Involusi

Muhammadiyah Aktif Berekologi, tapi Terjebak Jalur Involusi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Majelis

  • Tarjih dan Tajdid
  • Majelis Tabligh
  • Diktilitbang
  • Dikdasmen dan PNF
  • Pembinaan Kader dan SDI
  • Pembinaan Kesehatan Umum
  • Peminaan Kesejahteraan Sosial
  • Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata
  • Pendayagunaan Wakaf
  • Pemberdayaan Masyarakat
  • Hukum dan HAM
  • Lingkungan Hidup
  • Pustaka dan Informasi

Lembaga

  • Pengembangan Pesantren
  • Pengembangan Cabang Ranting
  • Kajian dan Kemitraan Strategis
  • Pembinaan dan Pengawasan Keuangan
  • Resiliensi Bencana
  • Amil Zakat, Infak dan Sedekah
  • Pengembang UMKM
  • Hikmah dan Kebijakan Publik
  • Seni Budaya
  • Pengembangan Olahraga
  • Hubungan dan Kerjasama Internasional
  • Dakwah Komunitas
  • Pemeriksa Halal dan KHT
  • Pembinaan Haji dan Umrah
  • Bantuan Hukum dan Advokasi Publik

Biro

  • Pengembangan Organisasi
  • Pengelolaan Keuangan
  • Komunikasi dan Pelayanan Umum

Ortom

  • Aisyiyah
  • Pemuda Muhammadiyah
  • Nasyiatul Aisyiyah
  • Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
  • Ikatan Pelajar Muhammadiyah
  • Tapak Suci Putra Muhammadiyah
  • Hizbul Wathon

Wilayah Sumatra

  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Sumatra Utara
  • Sumatra Selatan
  • Sumatra Barat
  • Bengkulu
  • Riau
  • Kepulauan Riau
  • Jambi
  • Bangka Belitung

Wilayah Kalimantan

  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Utara

WIlayah Jawa

  • D.I. Yogyakarta
  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur

Wilayah Bali &

Kepulauan Nusa Tenggara

  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur

WIlayah Sulawesi

  • Gorontalo
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Utara
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Selatan

WIlayah Maluku dan Papua

  • Maluku Utara
  • Maluku
  • Papua Barat
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Papua Pegunungan
  • Papua Selatan
  • Papua Barat daya

Cabang Istimewa

  • PCIM Kairo Mesir
  • PCIM Iran
  • PCIM Sudan
  • PCIM Belanda
  • PCIM Jerman
  • PCIM United Kingdom
  • PCIM Libya
  • PCIM Malaysia
  • PCIM Prancis
  • PCIM Amerika Serikat
  • PCIM Jepang
  • PCIM Tunisia
  • PCIM Pakistan
  • PCIM Australia
  • PCIM Rusia
  • PCIM Taiwan
  • PCIM Tunisia
  • PCIM TurkI
  • PCIM Korea Selatan
  • PCIM Tiongkok
  • PCIM Arab Saudi
  • PCIM India
  • PCIM Maroko
  • PCIM Yordania
  • PCIM Yaman
  • PCIM Spanyol
  • PCIM Hongaria
  • PCIM Thailand
  • PCIM Kuwait
  • PCIM New Zealand

Tautan Cepat

  • Profile
  • Publikasi
  • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra

Informasi Lainnya

  • Organisasi
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Kontak

Ekosistem

  • Muhammadiyah ID
  • MASA
  • SatuMu
  • EventMu
  • BukuMu
  • SehatMu
  • KaderMu
  • LabMu

Layanan

  • 0821 4350 0108
  • [email protected]
  • Kolom Aduan

Media Sosial

© 2025 Persyarikatan Muhammadiyah

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Profil
  • Publikasi
  • Berita
    • Berita Kegiatan
    • Kabar LKHP
    • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra
  • Hutan Wakaf
  • Mitra

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.