oleh: Pak A.R. Fachruddin
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ بسم الله الرحمن الرحيم – الحَمدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ عَمدَهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَتَسْتَغْفِرُهُ وَتُوبُ إِلَيْهِ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدَ انَ لَا إِلهُ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَاشْهَدُ أَنَّ مَدًا عَبْدُهُ وَرَسُولَهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ وَلا حول ولا قوة الا بالله – اللهم م صل عَلَى خَاتَمَ الأَنبِيَاء وَالْمُرْسَلِينَ مُحمدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِهِمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ
Halal bihalal
Halal bihalal ini adalah sudah menjadi adat istiadat yang diadatkan oleh kita bangsa Indonesia pada umumnya, bukan hanya oleh umat Islam saja. Halal bihalal dimaksudkan saling maaf memaafkan. Dilaksanakan tentu sesudah ummat Islam selesai mengerjakan ibadat puasa bulan Romadlon.
Kita bangsa Indonesia wajib bersyukur, mempunyai adat istiadat “Halal bihalal” ini. Dengan halal bihalal ini kita dapat melestarikan Persaudaraan dan kekeluargaan kita.
Kita manusia ada yang menamakan makhluq sosial. Makhluq yang mempunyai naluri hidup bermasyarakat. Hidup kita menentukan harus tolong menolong, harus bergotong royong, satu sama lain saling memerlukan. Tidak ada seorang manusia dapat hidup sendirian, tanpa memerlukan pertolongan orang lain. Manusia hidup tentu ingin berteman, ingin bergaul dan manusia tidak ingin, tidak senang hidup berkesepian. Halal bihalal merupakan adat istiadat ummat Islam Indonesia khusus, yang sekarang seperti yang kita hayati merupakan adat istiadat nasional.
Menurut tuntunan/ajaran Agama Islam, sesungguhnya halal bihalal yang berarti maaf memaafkan, tentu saja sangat benar dan memang semestinya. Hanya saja sesuai dengan watak ajaran Islam.
- Maaf memaafkan, tidak harus terbatas pada setiap Hari Raya Satu Syawwal saja. Sebaiknya begitu salah, begitu minta maaf. Dan setiap muslim begitu dimintai maaf, hendaklah be-gitu memberi maaf. Bagi seorang muslim putra atau putri ti-dak ada, tidak dibenarkan berdendam-dendam. Jadi halal bi-halal itu mestinya secara spontan.
- Syawalan atau Halal bihalal walaupun yang dikerjakan pada setiap Hari Raya Fitrah, janganlah dipaksa-paksakan baik caranya, waktunya, ataupun pakaiannya, ataupun juga makanannya.
- Halal bihalal haruslah diusahakan terbatas dengan yang halal-halal, janganlah dicampur adukkan dengan yang haram-haram seperti minuman keras, ataupun tari-tarian yang bertentangan dengan ke-Islaman seperti dengan nyanyian yang porno-porno dan lain sebagainya.
- Memang halal bihalal sudah merupakan adat istiadat nasional, namun harus diingati bahwa halal bihalal erat sekali dengan ke-Islaman.
Demikianlah sekedar uraian Halal bihalal.
Selanjutnya seperti biasanya Muhammadiyah selalu memanfaatkan “Hari-hari Besar Islam” tidak semata-mata sebagai “Hari Besar”. Tetapi senantiasa dijadikan arena da’wah Islam, penjelasan tentang ke-Islaman, karena seperti yang sama-sama kita fahami, bahwa Agama Islam di Indonesia masih sangat perlu dijelas-jelaskan, masih sangat perlu dida’wah-da’wahkan, meskipun Ummat Islam sejak zaman penjajahan Pemerintahan Belanda sampai sekarang masih tetap mayoritas.
Menggerakkan atau mengelola Muhammadiyah, pada hake-katnya mengelola atau menggerakkan Agama Allah, Agama Islam. Kiyahi H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah yang dimulai pada tanggal Delapan Dzulhijjah tahun 1330 Hijriyah, pada hakekat-nya adalah menggerakkan Agama Islam yang bersumber pada Al-qur’an dan Sunnah. Hakekatnya menggerakkan atau menghidupkan Alqur’an dan Sunnah, karena Kiyahi Dahlan pada waktu itu tahu benar bahwa Alqur’an dan Sunnah boleh dikatakan telah mati. Me-mang Agama Islam masih ada, tetapi Islam yang tinggal namanya. Islam sudah bercampur dengan adat kebiasan yang macam-macam, bercampur dengan macam-macam takhayyul, dengan macam-macam khurafat dan dengan macam-macam bid’ah, walaupun dengan ber-selubung dengan kebudayaan, berselubung dengan kesenian dan lain-lain sebagainya. Dan K.H.A. Dahlan menginginkan dihi-dupkannya Agama Islam yang murni yang kembali bersumber Al-qur’an dan Sunnah itu.
Oleh karena itu, mengelola atau menggerakkan Muhammadi-yah, tidak semata-mata menggerakkan atau mengelola organisasi-nya, melainkan mengelola atau menggerakkan “Agama Islamnya”.
Itulah sebabnya maka untuk ber Muhammadiyah, diperlukan benar-benar rasa ke Ikhlasan, semata-mata karena Allah dan supaya diniatkan untuk beribadat kepada Allah.
Mengelola atau menggerakkan Muhammadiyah memang me-merlukan cara-cara atau ilmu-ilmu sekarang. Seperti umpamanya da-lam Khittah keputusan Muktamar Palembang diputuskan:
Dengan organisasi teratur Muhammadiyah menjadi kuat.
Dengan administrasi yang tertib, Muhammadiyah terjaga daripada fitnah.
Menggerakkan atau mengelola Muhammadiyah memerlukan rasa “Keprihatinan” yang didasarkan atas rasa “tanggung jawab kepada Allah”.
Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam dalam soal rasa keprihatinan itu benar-benar menjadi contoh utama. Walaupun kita tahu bahwa Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam oleh Allah memang diciptakan untuk menjadi contoh utama dalam segala hal.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أَسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللهَ وَالْيَوْمَ الأخروَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا (الاحزاب (٢)
Sungguh ada untuk kamu dalam jiwa dan pribadi Muhammad Rasulullah itu merupakan contoh yang bagus bagi siapa yang mengharapkan keridlaan Allah dan pada hari akhir dan senantiasa ingat kepada Allah sepanjang masa = Al Ahzab 21 =
Allah menyifati keprihatinan Rasulullah untuk ummatnya dengan sabdanya:
حكم عزيز عليه ما عنتم حريص عليكم لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ بالمؤمِنِينَ رَؤُفٌ رَحِيمٌ (التوبة (١٢٨)
Sungguh telah datang kepada kamu seorang Rasul Utusan Allah dari jenis kamu yang sangat berat baginya hal-hal yang menyusahkan kamu, sangat besar keinginannya untuk keselamatan kamu dan kepada mereka yang beriman, sangat kasih sayang. At-Taubah 128.
فَإِنْ تَوَلَّوا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ الأَهُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ العَظِيم .
Maka jika mereka itu berpaling, maka katakanlah cukuplah bagiku Allah. Tidak ada yang sebenarnya patut disembah kecuali Allah. Kepada Allah aku berserah diri dan Allah itu Tuhan yang mempunyai ‘arasy yang agung. At-Taubat ayat 129.
Pada ayat 128 Surat Taubat, Allah menjelaskan bahwa kepri-hatinan Rasulullah yang benar-benar mendalam, memprihatinkan ummat manusia jangan sampai celaka, jangan sampai susah sengsara dan Rasulullah benar-benar prihatin bagaimana supaya ummat manusia ini mendapatkan kebahagiaan. Dua keprihatinan tersebut “jangan sampai ummat manusia celaka” dan bagaimana “agar ummat manusia berbahagia”. Semuanya itu didasarkan atas rasa “rouf” dan “rohiem”.
K.H.A. Dahlan mendirikan Muhammadiyah karena didorong oleh rasa keprihatinan yang mendalam, karena ke-Islaman bangsa Indonesia pada masa itu, ke-Islaman yang tidak kembali kepada kitab Suci Alqur’an, tidak kembali kepada jejak dan perilaku Rasul Utusan Allah yang Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam itu.
Kiyahi prihatin, bangsa Indonesia yang waktu itu kurang lebih 40 juta, yang mayoritas beragama Islam itu dijajah Belanda yang Kristen itu.
Kiyahi prihatin, bangsa Indonesia yang karena ke-Islaman yang tidak benar itu menjadi bodoh, mundur, tidak berkemajuan sehingga kalah dengan bangsa Belanda yang tidak banyak itu.
Kiyahi prihatin karena bangsa Indonesia yang mayoritas muslim itu mudah terpecah-pecah, mudah diadu domba oleh penjajah Belanda pada waktu itu.
Kiyahi prihatin, sampai-sampai pernah bertegas-tegas: Memang tidak mungkin Islam lenyap dari dunia sebelum kiyamat. Tetapi bukan hal yang mustahil, kalau Islam dapat terhapus dari Indonesia, seperti Islam di Spanyol dan lain-lain.
Kiyahi prihatin, sampai-sampai beliau pernah berwasiat “Aku titipkan Muhammadiyah ini kepadamu” tentunya dengan harapan
supaya kita-kita ini meneruskan menyebar luaskan Agama Islam yang bersumber dari Alqur’an dan Sunnah ini.
Kiyahi Dahlan karena keprihatinannya kepada anak cucu, sampai nasehatnya terhadap dirinya ditulis pada dinding yang apabila beliau berbaring terlentang, dapat membacanya. Atau juga ditempelkan pada meja tulisnya, hingga setiap beliau duduk di situ beliau dapat membacanya.
Adapun nasehatnya itu menurut riwayat Kiyahi H.A. Badawi almarhum, berbunyi:
يَا دَخلَانُ، إِنَّ الْقُولَ أَعْظَمُ وَالْأَمُورِ الْمُفَظَعَاتُ أَمَا مَكَ وَلَا بَدِّلَكَ منْ مُشَاهَدَةِ ذَلِكَ إِمَّا بِالتَّجَاةِ وَإِمَّا بِالْعَطَبِ وَ يَا دَخلَانَ قَدِرْ نَفْسَكَ مَعَ اللهِ وَحْدَكَ وَبَيْنَ يَدَيْكَ الْمَوْتُ وَالْعُرْض وَالْحِسَابُ وَالْجَنَّةُ وَالنَّارُ وَتَاءَ مَلْ فِيهَا يُدْنِيكَ بِمَا بَيْنَ يَدَيْكَ وَدَعْ عَنْكَ مَا سِوى اللهِ . وَالسَّلَامُ .
Diterjemahkan bebas :
Hai Dahlan, sungguh telah nampak bahaya yang dahsyat, peristiwa-peristiwa yang mengerikan telah berada di hadapanmu.
Tidak boleh tidak, engkau pasti berhadapan dengannya.
Mungkin engkau terlepas dari malapetaka itu, tetapi mungkin pula terjerumus binasa.
Hai Dahlan. Coba bayangkanlah apa dayamu di kala engkau menghadap dengan sendirimu di hadlirat Allah. Sedang di kala itu di mukamu telah tersedia = Maut, kepastian menghadapmu ke hadlirat Allah – perhitungan yang memutuskan nasibmu terakhir – Syurga -dan juga Neraka.
Nah, kenangkanlah olehmu kepada perhatian yang telah men-dekati engkau, dari segala peristiwa-peristiwa yang ada di mukamu.
Dan tinggalkanlah semua yang mempengaruhi jiwamu. Bulatkanlah perhatianmu hanya kepada Allah semata-mata. Wassalam.
Saudara-saudara yang berbahagia. Yang Pimpinan ataupun yang Anggota Muhammadiyah, yang ‘Aisyiyah, yang Pemuda, yang Nasyiah, yang Majelis-majelis, yang Ortom-ortom, yang Dosen-dosen, yang Guru-guru, yang Ikatan Mahasiswa, yang Ikatan Remaja, yang Tapak Suci Putra Muhammadiyah.
Kalau yang Rasulullah Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam memang demikian mendalamnya keprihatinannya. Bahkan yang hanya Kiyahi Dahlan saja begitu jelas dan nyata keprihatinan-nya, sampai-sampai harta kekayaannya dikorbankan, bahkan hidup-nya saja dipertaruhkan, justru karena keprihatinannya, memikirkan Agama Islam, Agama Allah.
Lalu bagaimanakah kita yang mendapat titipan Muhammadi-yah yang dari Kiyahi Dahlan ini. Lalu bagaimana?
Sebagaimana penutup makalah ini :
- Marilah kita bermaaf-maafan antara kita sesama kita, sesuai dengan acara Halal bihalal sekarang ini.
- Marilah mengikuti keprihatinan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam memprihatinkan Saudara-saudara kita sesama muslim: Kita prihatinkan tauhidnya, ibadahnya, akhlaq Islamiyahnya, yang masih dekat-dekat kepada laku-laku syi-rik, laku-laku takhayyul, laku-laku khurafat, laku-laku bid’ah dan sebagainya. Kepada mereka jangan dimaki-maki, jangan dimarah-marahi. Tetapi kita prihatinkan, kita ajak dan kita do’akan.
- Marilah kita mengikuti keprihatinan Kiyahi Dahlan, kita priha-tinkan Saudara-saudara kita sesama warga Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, Guru-guru Muhammadiyah, Dosen-dosen Perguruan Tinggi Muhammadiyah, kita prihatinkan ke Muhammadiyahannya.
- Kita prihatinkan para keluarga kita para sanak saudara kita, para tetangga kita yang sedang terbujuk ikut-ikut beragama Kristen. Marilah kita prihatinkan, semoga Allah melimpahkan petunjuknya, lekas kembali kepada Agama Allah, Agama Islam yang bersumber Alqur’an dan Sunnah. Jangan kita marahi mereka, marilah kita ajak, marilah kita do’akan.
- Marilah kita prihatinkan remaja-remaja kita yang kita harapkan menjadi penyambung dan penyempurna sejarah kehidupan sejarah kemegahan dan kejayaan ummat, bangsa dan negara Pancasila kita, justru kini banyak yang terlanda oleh kebejatan dan moral kenakalan yang diakibatkan derasnya kebudayaan-kebudayaan serba benda yang materialistis itu.
Sebagai penutup makalah ringkas ini marilah kita memohon kepada Allah dengan mengambil barokahnya amal-amal kita yang ikhlas yang kita laksanakan selama bulan Romadlon mubarok ini, semoga Allah berkenan mengabulkan permohonan kita. Amin Ya Robbal ‘a-lamin.
بسمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحيمِ الْحَمدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حَمَدًا يُوا فِي نِعَمَهُ ويكا فِي مَزِيدَة يَا رَبَّنَا لَكَ الحمد كما ينبغي الجَلَالِ وَجْهَكَ وَعَظيم سُلْطَانِكَ مَرَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَتَكُونَا من الخرينَ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا خَلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ عْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الكَافِرِينَ وَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُيْتَنَا قُرَّةَ أَعْيُنِ وَاجْعَلْنَا للْمُتَّقِينَ إِمَا مَاءَ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَدُنْكَ ة إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اللهِ وَأَصْحَابِهِ رحمة أَجْمَعِينَ ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا تَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى وَاعْفُ وَاغْفِرْ
المُرْسَلِينَ والحَمدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Dengan menyebut Asma Allah yang Maha Rahman dan yang Maha Rahim. Segala puji hanyalah untuk Allah Tuhan Pencipta Pe-melihara dan Pengelola ‘alam semesta. Puji-pujian selaras dengan banyaknya nikmat-nikmatnya dan yang sesuai dengan bertambah-tambahnya nikmat Allah. Ya Allah ya Tuhan kami, hanya untukmu-lah segala puji sesuai dengan kemuliaan/keluhuran pribadiMu dan kebesaran/keagungan kekuasaanMu.
Ya Allah ya Tuhan kami, kami telah banyak menganiaya diri kami. Apabila Engkau tidak mengampuni kami dan mengasihani kami, pastilah kami menjadi mereka yang merugi.
Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah kiranya Engkau menyiksa kami, di saat kami lupa ataupun di saat kami tersalah. Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami, beban berat seperti yang Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Dan janganlah Engkau bebankan hal-hal yang kami tidak mampu memikulnya. Maafkanlah kami. Ampunilah kami. Kasihanilah kami. Engkaulah Pelindung kami. Dan tolonglah kami untuk mengalahkan mereka yang kafir.
Ya Allah ya Tuhan kami. Ampunilah kami. Kasihanilah kami. Tetapkanlah pendirian kami dan tolonglah kami mengalahkan mereka yang dzalim.
Ya Allah ya Tuhan kami, karuniakanlah kami dan isteri-isteri kami dan keturunan-keturunan kami, yang menyenangkan kami dan jadikanlah kami untuk mereka yang bertaqwa kepadaMu, menjadi pimpinan. Dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisiMu. Sungguh Engkaulah Allah yang Maha Pemberi.
Semoga Allah melimpahkan salawat kebaikan kepada Nabi Muhammad, kepada para keluarganya, kepada para sahabatnya semuanya.
Subha-na robbika robbil izzati ‘amma yashifu-n, Wassalamun ‘alal mursali-na walhamdulilla-hi robbil ‘a-lami-n.
Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabaroka-tuh.
Semoga Allah memberkati.
Amin Ya Robbal ‘alami-n.


