Padang, 28 Agustus 2025 – Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama LHKP Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat serta Center of Economic and Law Studies (CELIOS) melakukan audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat pada Kamis, 28 Agustus 2025.
Audiensi ini dihadiri oleh perwakilan LHKP PP Muhammadiyah, yakni David Efendi selaku Sekretaris, Wahyu Perdana, dan Widhyanto Muttaqien. Dari LHKP PWM Sumatera Barat hadir Ketua Hansastri bersama Nuraini, sementara dari CELIOS turut hadir Media Wahyudi Askar selaku Direktur Kebijakan Publik, serta Jaya Darmawan, Bakhrul Fikri, dan Galau D. Muhammad.
Dalam pertemuan ini, para pihak membahas kondisi tutupan hutan di Sumatera Barat yang dinilai masih sangat rapat dan memiliki peran penting sebagai benteng ekologis di kawasan tersebut. CELIOS turut memaparkan hasil studi terkait potensi bahaya apabila eksplorasi panas bumi (geotermal) dilakukan di wilayah Sumatera Barat. Menurut temuan mereka, pembukaan wilayah geotermal berisiko menimbulkan kerusakan ekosistem, mengganggu keseimbangan lingkungan, dan menimbulkan dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat sekitar.
LHKP PP Muhammadiyah menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di Sumatera Barat sebagai bagian dari amanah keislaman sekaligus tanggung jawab kebangsaan. Dalam kesempatan itu, LHKP PWM Sumatera Barat juga menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun organisasi masyarakat sipil, dalam mendorong kebijakan lingkungan yang berkelanjutan.
Sementara itu, DLH Provinsi Sumatera Barat menyambut baik masukan dari audiensi ini dan menyatakan komitmennya untuk memperhatikan rekomendasi yang disampaikan, khususnya terkait tata kelola hutan dan potensi dampak eksplorasi geotermal.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan di Sumatera Barat, sekaligus memastikan pembangunan energi berjalan selaras dengan keberlanjutan ekologis.


