• Profil
  • Publikasi
  • Berita
    • Berita Kegiatan
    • Kabar LKHP
    • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra
  • Hutan Wakaf
  • Mitra
Lembaga Hikmah & Kebijakan Publik
  • Profil
  • Publikasi
  • Berita
    • Berita Kegiatan
    • Kabar LKHP
    • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra
  • Hutan Wakaf
  • Mitra
No Result
View All Result
Lembaga Hikmah & Kebijakan Publik
  • Profil
  • Publikasi
  • Berita
    • Berita Kegiatan
    • Kabar LKHP
    • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra
  • Hutan Wakaf
  • Mitra
No Result
View All Result
Lembaga Hikmah & Kebijakan Publik
No Result
View All Result
Home Berita Kegiatan

Bedah Buku Reinventing Muhammadiyah, Busyro Muqoddas: Organisasi yang masih Punya Harapan

Adi Hasrul by Adi Hasrul
Oktober 3, 2026
in Berita Kegiatan
0
0
SHARES
3
VIEWS
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di WhatsAppBagikan di TelegramBagikan di LinkedIn

LHKP – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Hukum, HAM, dan Kebijakan Publik, Busyro Muqoddas, menyebut Muhammadiyah sebagai organisasi yang masih memiliki harapan besar. Menurutnya, harapan itu lahir dari kemandirian, kebersamaan, dan sikap egaliter warganya. Hal tersebut disampaikan dalam bedah buku Reinventing Muhammadiyah: Drsakan Pembaruan Gerakan Pembaharuan di aula Gedung Muhammadiyah, Yogyakarta, 30 September 2026.

Dalam sambutannya, Busyro menjelaskan isi prolog yang ia tulis dengan frasa “apa artinya bisa”. Ia mengaku, sebagai salah satu pimpinan Muhammadiyah, sulit baginya menghindar dari kenyataan situasi negara, masyarakat, dan rakyat Indonesia. Karena itu, prolognya berangkat dari pembacaan atas sejarah kekuasaan di Indonesia.

Menurut Busyro, salah satu kunci kekuasaan Orde Baru adalah nepotisme. Ia menilai praktik itu kini berkembang menjadi “neo-nepotisme” yang ditopang oligarki politik dan bisnis, terutama dalam pemilu sejak 2014, 2019, hingga 2024. Ia merangkumnya dengan sejumlah kata kunci: nepotisme, klikisme, kelompokisme, dan golongisme.

Busyro menilai Muhammadiyah berbeda dari sejumlah program pemerintah, terutama Program Strategis Nasional (PSN) sejak era Presiden Joko Widodo hingga sekarang.

“MBG, Danantara, sama Komdigi itu tiga contoh yang tidak fair, tidak transparan, tidak ada studi kelayakan, tidak pakai pendekatan ilmu. Berbeda dengan Muhammadiyah, gerakan ilmu,” ujarnya.

Menurut Busyro, para penulis buku menilai Muhammadiyah masih punya harapan besar. “Muhammadiyah itu dinilai oleh para penulis sebagai organisasi yang masih punya harapan besar,” katanya.

Ia menjelaskan, kekuatan itu bertumpu pada kemandirian yang dibangun melalui wakaf, infak, dan berbagai gerakan sosial. Warga Muhammadiyah, katanya, terbiasa memberi dan bukan menerima.

Kekuatan lain adalah kesetaraan. Busyro mengutip ajaran Islam bahwa yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Ia mencontohkan Nabi Muhammad SAW yang menolak diperlakukan istimewa. Karena itu, kata dia, warga Muhammadiyah harus egaliter. 

“Yang membedakan itu kualitas ibadahnya, takwanya, amal-amal salehnya. Tidak ada simbol-simbol yang dibanggakan, tidak ada nepotisme,” tuturnya.

Ia mencontohkan keseharian bersama Fathul Wahid yang tidak kaku soal sebutan. Busyro menyebut Fathul tidak suka dipanggil dengan gelar, dan menegaskan bahwa “profesor” merupakan pangkat akademik, bukan gelar akademik.

Busyro menjelaskan, sejumlah penulis dalam buku ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk membaca gejala-gejala Muhammadiyah selama 114 tahun. Pendekatan itu, katanya, juga dipakai penulis besar seperti Roger Garaudy, Maurice Bucaille, dan Karen Armstrong. Ia mengapresiasi para penulis karena memakai cara yang tepat untuk membaca Muhammadiyah.

Meski menaruh harapan besar, Busyro mengingatkan bahwa buku itu juga memuat catatan kritis yang memprihatinkan. Ia mengajak warga Muhammadiyah bersyukur tanpa berlebihan membanggakan diri. “Allah tidak menyukai orang yang terlalu membangga-banggakan diri,” ujarnya.

Tags: Bedah bukuBusyro Muqoddasreinventing muhammadiyah
Previous Post

Mengawal Keadilan Agraria Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Next Post

LHKP Muhammadiyah Kembali Adakan SABIL di Region SeNusaBa

Next Post

LHKP Muhammadiyah Kembali Adakan SABIL di Region SeNusaBa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Majelis

  • Tarjih dan Tajdid
  • Majelis Tabligh
  • Diktilitbang
  • Dikdasmen dan PNF
  • Pembinaan Kader dan SDI
  • Pembinaan Kesehatan Umum
  • Peminaan Kesejahteraan Sosial
  • Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata
  • Pendayagunaan Wakaf
  • Pemberdayaan Masyarakat
  • Hukum dan HAM
  • Lingkungan Hidup
  • Pustaka dan Informasi

Lembaga

  • Pengembangan Pesantren
  • Pengembangan Cabang Ranting
  • Kajian dan Kemitraan Strategis
  • Pembinaan dan Pengawasan Keuangan
  • Resiliensi Bencana
  • Amil Zakat, Infak dan Sedekah
  • Pengembang UMKM
  • Hikmah dan Kebijakan Publik
  • Seni Budaya
  • Pengembangan Olahraga
  • Hubungan dan Kerjasama Internasional
  • Dakwah Komunitas
  • Pemeriksa Halal dan KHT
  • Pembinaan Haji dan Umrah
  • Bantuan Hukum dan Advokasi Publik

Biro

  • Pengembangan Organisasi
  • Pengelolaan Keuangan
  • Komunikasi dan Pelayanan Umum

Ortom

  • Aisyiyah
  • Pemuda Muhammadiyah
  • Nasyiatul Aisyiyah
  • Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
  • Ikatan Pelajar Muhammadiyah
  • Tapak Suci Putra Muhammadiyah
  • Hizbul Wathon

Wilayah Sumatra

  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Sumatra Utara
  • Sumatra Selatan
  • Sumatra Barat
  • Bengkulu
  • Riau
  • Kepulauan Riau
  • Jambi
  • Bangka Belitung

Wilayah Kalimantan

  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Utara

WIlayah Jawa

  • D.I. Yogyakarta
  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur

Wilayah Bali &

Kepulauan Nusa Tenggara

  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur

WIlayah Sulawesi

  • Gorontalo
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Utara
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Selatan

WIlayah Maluku dan Papua

  • Maluku Utara
  • Maluku
  • Papua Barat
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Papua Pegunungan
  • Papua Selatan
  • Papua Barat daya

Cabang Istimewa

  • PCIM Kairo Mesir
  • PCIM Iran
  • PCIM Sudan
  • PCIM Belanda
  • PCIM Jerman
  • PCIM United Kingdom
  • PCIM Libya
  • PCIM Malaysia
  • PCIM Prancis
  • PCIM Amerika Serikat
  • PCIM Jepang
  • PCIM Tunisia
  • PCIM Pakistan
  • PCIM Australia
  • PCIM Rusia
  • PCIM Taiwan
  • PCIM Tunisia
  • PCIM TurkI
  • PCIM Korea Selatan
  • PCIM Tiongkok
  • PCIM Arab Saudi
  • PCIM India
  • PCIM Maroko
  • PCIM Yordania
  • PCIM Yaman
  • PCIM Spanyol
  • PCIM Hongaria
  • PCIM Thailand
  • PCIM Kuwait
  • PCIM New Zealand

Tautan Cepat

  • Profile
  • Publikasi
  • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra

Informasi Lainnya

  • Organisasi
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Kontak

Ekosistem

  • Muhammadiyah ID
  • MASA
  • SatuMu
  • EventMu
  • BukuMu
  • SehatMu
  • KaderMu
  • LabMu

Layanan

  • 0821 4350 0108
  • [email protected]
  • Kolom Aduan

Media Sosial

© 2025 Persyarikatan Muhammadiyah

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Profil
  • Publikasi
  • Berita
    • Berita Kegiatan
    • Kabar LKHP
    • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra
  • Hutan Wakaf
  • Mitra

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.