Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan kembali mengadakan Sekolah Agraria Bertindak Inklusif Liberatif (SABIL). Setelah diadakan secara perdana tahun lalu di Sorong, Papua, SABIL kali ini akan diadakan di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Peserta SABIL yang akan terlibat bukan saja dari Kendari, melainkan dari regional Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Bali (Senusaba). Peserta akan menjalani pelatihan SABIL sepanjang 8-12 Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan pertama akan dibuka dengan seminar nasional bertajuk “Krisis Agraria dan Ketimpangan di Indonesia”. Sejumlah nama pembicara yang mengisi seminar ini seperti M. Busyro Muqqoddas, Gubernur Sulawesi Tenggara Mayor Jenderal TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari Muhammad Nurdin, Roni Septian dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), dan M. Soehada perwakilan Majelis Tarjih dan Tajdid PPM.
Selain nama-nama di atas, sejumlah lembaga yang berkolaborasi sebagai pemateri dalam Sekolah Agraria ini di antaranya Center of Economic and Law Studies (Celios), AURIGA, Greenpeace Indonesia, Walhi Sulawesi Tenggara, dan JATAM Sulawesi Tenggara. Tidak kalah pentingnya adalah dukungan besar dari UM Kendari sebagai tuan rumah.
Sepanjang lima hari Sekolah Agraria mengusung empat pokok materi yaitu, krisis agraria dan ketimpangan kemakmuran, kesejahteraan pembangunan daerah, reformasi agraria berkeadilan, dan ide kemakmuran dan pembaruan agraria dalam perspektif Muhammadiyah. Sepanjang lima hari nanti juga peserta akan diajak untuk banyak melakukan aktivitas simulasi dan studi lapangan.
Harapannya, Sekolah Agraria ini dapat Membangun ruang dialog, pendidikan dan kaderisasi agraria untuk mendukung terciptanya refomasi agraria berkeadilan.
