• Profil
  • Publikasi
  • Berita
    • Berita Kegiatan
    • Kabar LKHP
    • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra
  • Hutan Wakaf
  • Mitra
Lembaga Hikmah & Kebijakan Publik
  • Profil
  • Publikasi
  • Berita
    • Berita Kegiatan
    • Kabar LKHP
    • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra
  • Hutan Wakaf
  • Mitra
No Result
View All Result
Lembaga Hikmah & Kebijakan Publik
  • Profil
  • Publikasi
  • Berita
    • Berita Kegiatan
    • Kabar LKHP
    • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra
  • Hutan Wakaf
  • Mitra
No Result
View All Result
Lembaga Hikmah & Kebijakan Publik
No Result
View All Result
Home Kabar LKHP

Rakor Bidang  Hukum dan Kebijakan Publik Muhammadiyah Upayakan Akselerasi Gerakan Advokasi

Adi Hasrul by Adi Hasrul
Agustus 8, 2026
in Kabar LKHP
0
0
SHARES
7
VIEWS
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di WhatsAppBagikan di TelegramBagikan di LinkedIn

MAKASSAR — Muhammadiyah memperkuat koordinasi antara Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH), Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP), serta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di tingkat pusat dan wilayah untuk merespons berbagai persoalan hukum, kebijakan publik, demokrasi, dan ketidakadilan sosial. Koordinasi tersebut berlangsung dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bidang Hukum HAM dan Hikmah (MHH, LHKP, dan LBH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama jajaran Muhammadiyah Sulawesi Selatan di Aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Rabu, 5 Agustus 2026.

Rakor tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan peran kader Muhammadiyah di bidang hukum, kebijakan publik, dan advokasi masyarakat. Forum itu juga diarahkan untuk memastikan agenda Muhammadiyah di bidang kemanusiaan, kebangsaan, dan keagamaan dapat diterjemahkan secara konkret hingga ke tingkat wilayah dan daerah.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran MHH, LHKP, dan LBH Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam agenda koordinasi tersebut.

Menurut Ambo Asse, keberadaan tiga unsur tersebut memiliki posisi strategis dalam memperkuat gerakan Muhammadiyah, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan hukum dan kebijakan publik yang berkembang di masyarakat.

Ia mengatakan, MHH dan LHKP selama ini aktif menjalankan berbagai kegiatan, sementara lembaga bantuan hukum juga terus menangani persoalan-persoalan hukum yang muncul di Sulawesi Selatan.

“Ini kader-kader kita harus diperkuat,” kata Ambo Asse.

Ia menekankan pentingnya penguatan komitmen kader, baik terhadap agama maupun organisasi. Menurutnya, kader Muhammadiyah perlu memiliki prinsip yang kuat dalam menegakkan kebenaran serta keberanian melahirkan kebijakan yang tegas karena berpijak pada prinsip kebenaran.

Ambo Asse mengaitkan pesan tersebut dengan kandungan Surah An-Nisa ayat 9 tentang pentingnya mempersiapkan generasi yang kuat dan tidak meninggalkan generasi yang lemah.

Ia juga menegaskan bahwa gerakan dakwah Muhammadiyah tidak semestinya dibatasi pada ruang-ruang keagamaan secara sempit. Menurutnya, seluruh aspek kehidupan dapat menjadi ruang dakwah, termasuk pertanian, ekonomi, hukum, politik, pendidikan, dan kebijakan publik.

“Segala segi, segala aspek kehidupan kita ini harus dimanfaatkan sebagai gerakan dakwah,” ujarnya.

Ambo Asse mencontohkan gerakan dakwah di sektor pertanian melalui pembentukan jamaah tani di Sulawesi Selatan. Gerakan tersebut, kata dia, kemudian memperoleh dukungan melalui kolaborasi dengan Lazismu dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM).

Muhammadiyah dan Gerakan Advokasi

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Muhammad Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum., mengatakan kedatangan jajaran MHH, LHKP, dan LBH ke Sulawesi Selatan merupakan bagian dari agenda koordinasi dengan struktur Muhammadiyah di berbagai wilayah.

Ia menjelaskan, koordinasi tersebut penting untuk menerjemahkan agenda Muhammadiyah secara lebih sistemik dan integratif, tidak sekadar dalam bentuk program teknis.

Busyro menempatkan nilai Al-Ma’un sebagai salah satu landasan penting dalam mengembangkan gerakan tersebut. Menurut dia, semangat Al-Ma’un perlu diterjemahkan ke dalam kerja-kerja nyata untuk merespons persoalan ketidakadilan yang terjadi di masyarakat.

“Semua program itu semakin perlu kita pahami untuk kita lakukan satu pendekatan yang lebih sistemik dan integrative yang bisa diupayakan Muhammadiyah baik internal maupun advokasi public misalnya dampak PSN dan Pertambangan,” ujar Busyro.

Ia menyebut agenda tersebut berkaitan dengan tiga isu besar yang menjadi perhatian Muhammadiyah, yakni kemanusiaan, kebangsaan, dan keagamaan.

Ketiganya, menurut Busyro, harus dipahami secara integratif dan diterjemahkan melalui kerja-kerja organisasi yang berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat.

Busyro juga menekankan pentingnya Muhammadiyah membangun keterbukaan dengan melibatkan berbagai kalangan di luar organisasi. Ia menyebut keterlibatan peneliti, akademisi, pakar, organisasi masyarakat sipil, hingga kelompok lintas latar belakang diperlukan agar perspektif Muhammadiyah dalam membaca persoalan bangsa semakin kaya.

Soroti Ketidakadilan dan Daulat Rakyat

Dalam kesempatan tersebut, Busyro juga memaparkan sejumlah kajian dan advokasi yang dilakukan jajaran MHH, LHKP, dan LBH terkait kasus-kasus yang dinilai berkaitan dengan persoalan ketidakadilan sosial dan kebijakan pembangunan.

Ia menyebut sejumlah wilayah yang menjadi perhatian, antara lain Wadas di Purworejo, Pakel di Banyuwangi, Rempang, Ternate, Morowali, hingga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurut Busyro, berbagai kasus tersebut perlu dikaji secara mendalam dengan pendekatan multidisiplin dan transdisiplin agar persoalan yang muncul tidak dilihat hanya dari satu sudut pandang.

Ia mengatakan, kajian tersebut diarahkan untuk melihat apakah terdapat pola persoalan yang sama dalam berbagai proyek pembangunan, khususnya berkaitan dengan posisi masyarakat dan pemenuhan hak-haknya.

Busyro juga menyoroti konsep kedaulatan rakyat yang menurutnya harus menjadi pijakan penting dalam penyelenggaraan negara.

Ia mengingatkan bahwa kebijakan publik dan kebijakan politik tidak boleh menggerus posisi masyarakat sebagai pemegang kedaulatan.

“Kalau yang berdaulat itu adalah rakyat, sementara kebijakan-kebijakan politik, kenegaraan di pusat sampai di daerah itu semakin meminggirkan, memarginalkan daulat rakyat itu, maka di situlah timbul ketidakadilan sosial, politik, dan seterusnya,” katanya.

Busyro juga menyampaikan bahwa jajaran MHH, LHKP, dan LBH tengah melakukan kajian terhadap dampak sosial dari sejumlah proyek pembangunan, termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dalam paparannya, ia menyebut pihaknya menemukan sejumlah persoalan sosial yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius, termasuk dugaan berkembangnya praktik prostitusi dan dampaknya terhadap persoalan kesehatan masyarakat di sekitar kawasan proyek.

Pernyataan tersebut disampaikan Busyro sebagai bagian dari temuan sementara yang masih dalam proses pendalaman.

Ia mengatakan data terkait persoalan tersebut sedang dipersiapkan dan akan dikaji lebih lanjut setelah tim melakukan kunjungan ke Morowali.

“Insyaallah buku itu akan kami terbitkan,” ujar Busyro.

Menurut dia, hasil kajian nantinya akan menjadi bahan bagi Muhammadiyah untuk memperkuat advokasi dan merumuskan respons terhadap persoalan ketidakadilan sosial yang terjadi di berbagai daerah.

Busyro menegaskan bahwa kerja tersebut tidak berhenti pada proses kajian. Hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar untuk mendorong gerakan demokratisasi dan pemerataan yang melibatkan struktur Muhammadiyah mulai dari wilayah, daerah, cabang, hingga ranting.

Perkuat Kader dan Gerakan Advokasi Muhammadiyah

Koordinasi di Sulawesi Selatan, kata Busyro, menjadi penting karena Muhammadiyah di tingkat wilayah dan daerah memiliki posisi strategis dalam membaca persoalan masyarakat secara langsung.

Ia berharap kader Muhammadiyah tidak hanya memahami persoalan hukum dan kebijakan publik secara teoritis, tetapi juga memiliki keberanian untuk terlibat dalam penyelesaian persoalan masyarakat.

Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mencegah lahirnya generasi yang lemah, sebagaimana pesan Surah An-Nisa ayat 9 yang disampaikan Ambo Asse.

Busyro juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi gerakan organisasi, termasuk dalam agenda kader dan organisasi otonom Muhammadiyah.Ia berharap seluruh gerakan tersebut tetap berangkat dari prinsip keikhlasan, ketertiban, kedisiplinan, serta komitmen terhadap kepentingan umat dan bangsa.

“Jangan terlalu serius tapi sungguh-sungguh,” ujar Busyro.

Menurutnya, Muhammadiyah perlu tampil sebagai gerakan yang sungguh-sungguh dalam merespons persoalan bangsa, namun tetap menjaga sikap kritis, terbuka, dan konstruktif.

“Rakor MHH, LHKP, dan LBH Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama PWM Sulawesi Selatan menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat peran Muhammadiyah dalam merespons persoalan hukum, kebijakan publik, ketidakadilan sosial, serta berbagai persoalan kemanusiaan di Masyarakat. Salah satu produk rakod adalah buku  panduan advokasi Muhammadiyah”, ujar David Efendi, Sekreratis LHKP PP Muhammadiyah yang mengkordinir rakor putaran kelima di Sulawesi Selatan untuk bidang Hukum HAM dan Hikmah. 

 

Tags: RakorRapat Koordinasi
Previous Post

Bahaya Pidato Prabowo

Next Post

LHKP dan PDPM Karanganyar Gelar Bedah Buku #Reset Indonesia

Next Post

LHKP dan PDPM Karanganyar Gelar Bedah Buku #Reset Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Majelis

  • Tarjih dan Tajdid
  • Majelis Tabligh
  • Diktilitbang
  • Dikdasmen dan PNF
  • Pembinaan Kader dan SDI
  • Pembinaan Kesehatan Umum
  • Peminaan Kesejahteraan Sosial
  • Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata
  • Pendayagunaan Wakaf
  • Pemberdayaan Masyarakat
  • Hukum dan HAM
  • Lingkungan Hidup
  • Pustaka dan Informasi

Lembaga

  • Pengembangan Pesantren
  • Pengembangan Cabang Ranting
  • Kajian dan Kemitraan Strategis
  • Pembinaan dan Pengawasan Keuangan
  • Resiliensi Bencana
  • Amil Zakat, Infak dan Sedekah
  • Pengembang UMKM
  • Hikmah dan Kebijakan Publik
  • Seni Budaya
  • Pengembangan Olahraga
  • Hubungan dan Kerjasama Internasional
  • Dakwah Komunitas
  • Pemeriksa Halal dan KHT
  • Pembinaan Haji dan Umrah
  • Bantuan Hukum dan Advokasi Publik

Biro

  • Pengembangan Organisasi
  • Pengelolaan Keuangan
  • Komunikasi dan Pelayanan Umum

Ortom

  • Aisyiyah
  • Pemuda Muhammadiyah
  • Nasyiatul Aisyiyah
  • Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
  • Ikatan Pelajar Muhammadiyah
  • Tapak Suci Putra Muhammadiyah
  • Hizbul Wathon

Wilayah Sumatra

  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Sumatra Utara
  • Sumatra Selatan
  • Sumatra Barat
  • Bengkulu
  • Riau
  • Kepulauan Riau
  • Jambi
  • Bangka Belitung

Wilayah Kalimantan

  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Utara

WIlayah Jawa

  • D.I. Yogyakarta
  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur

Wilayah Bali &

Kepulauan Nusa Tenggara

  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur

WIlayah Sulawesi

  • Gorontalo
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Utara
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Selatan

WIlayah Maluku dan Papua

  • Maluku Utara
  • Maluku
  • Papua Barat
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Papua Pegunungan
  • Papua Selatan
  • Papua Barat daya

Cabang Istimewa

  • PCIM Kairo Mesir
  • PCIM Iran
  • PCIM Sudan
  • PCIM Belanda
  • PCIM Jerman
  • PCIM United Kingdom
  • PCIM Libya
  • PCIM Malaysia
  • PCIM Prancis
  • PCIM Amerika Serikat
  • PCIM Jepang
  • PCIM Tunisia
  • PCIM Pakistan
  • PCIM Australia
  • PCIM Rusia
  • PCIM Taiwan
  • PCIM Tunisia
  • PCIM TurkI
  • PCIM Korea Selatan
  • PCIM Tiongkok
  • PCIM Arab Saudi
  • PCIM India
  • PCIM Maroko
  • PCIM Yordania
  • PCIM Yaman
  • PCIM Spanyol
  • PCIM Hongaria
  • PCIM Thailand
  • PCIM Kuwait
  • PCIM New Zealand

Tautan Cepat

  • Profile
  • Publikasi
  • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra

Informasi Lainnya

  • Organisasi
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Kontak

Ekosistem

  • Muhammadiyah ID
  • MASA
  • SatuMu
  • EventMu
  • BukuMu
  • SehatMu
  • KaderMu
  • LabMu

Layanan

  • 0821 4350 0108
  • [email protected]
  • Kolom Aduan

Media Sosial

© 2025 Persyarikatan Muhammadiyah

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Profil
  • Publikasi
  • Berita
    • Berita Kegiatan
    • Kabar LKHP
    • Opini
  • Program Kerja
  • Mitra
  • Hutan Wakaf
  • Mitra

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.